Thursday, July 16, 2009

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BANJAR : Suksesi dan Tempat Parkir

RUMAH SAKIT UMUM PEMERINTAH KOTA BANJAR : Suksesi dan Tempat Parkir

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Banjar merupakan salah satu rumah sakit besar di daerah Priangan Timur disamping Rumah Sakit Umum Daerah Tasikmalaya. Cakupan daerah kerjanya secara resmi adalah Kota Banjar dan sebagian Kabupaten Ciamis. Letak Rumah Sakit Kota Banjar yang berada di Kota Banjar, Jawa Barat, berbatasan dengan daerah Jawa Tengah meliputi Kabupaten Cilacap bagian Barat. Luasnya cakupan wilayah yang menjadi fokus Rumah Sakit Daerah (RSUD) Kota Banjar menjanjikan peluang ekonomi yang sangat tinggi, disamping misi utama RSUD Kota Banjar sendiri.
Besarnya fokus "daerah operasi" RSUD Kota Banjar memerlukan sistem manajerial yang kuat dan profesional agar misi utama dan sisi bisnisnya bisa berjalan seimbang dan bedampingan. Untuk menjaga profesionalisme dan kompetensinya, Rumah Sakit Umum Daerah Kota Banjar melakukan penggantian ataupun mutasi kepemimpinan dan manajerial. Suksesi yang terjadi menyangkut semua aspek yang menjadi aset RSUD Kota Banjar tersebut, tidak terkecuali tata letak dan pengembangannya.
Lokasi yang terbatas dan tingginya tingkat hunian di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Banjar, mengharuskan majerial yang jeli dalam membidik dan mengarahkan jalannya RSUD tersebut. Tingkat hunian yang tinggi tersebut kadang memerlukan pengaturan yang sangat baik terutama untuk menjaga kualitas pelayanannya. Suksesi kepemimpinan yang objektif akan sangat diperlukan dalam pengelolaan ladang bisnis yang cukup menjanjikan tersebut, tidak terkecuali dalam pengelolaan tempat parkir.
Tempat parkit yang terbatas tidak jarang menyebabkan Rumah Sakit Umum Daerah kota Banjar menjadi terlihat tidak tertata. Besarnya kunjungan ke RSUD Kota Banjar menyebabkan banyaknya kendaraan yang terparkir. Kendaraan roda 2, 4 bahkan kendaraan roda 6 harus tertampung di tempat parkir RSUD Kota Banjar yang tidak terlalu besar. Tempat parkir kendaraan roda 2 (sepeda motor) dan kendaraan roda 4 atau 6 (mobil) memang telah dipisahkan untuk memudahkan pengaturan, tetapi hal ini tidak jarang menyebabkan masalah baru yang justru mengganggu pelayanan utama RSUD tersebut.
Parkir sepeda motor yang tepat di depan Unit Gawat Darurat, yang merupakan pintu gerbang masuknya pasien, tidak jarang menutupi akses jalan sehingga mobil pengangkut pasien (ambulance maupun lainnya) menjadi sulit dan tertutup. Satu point penting telah berkurang dari prioritas pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Banjar.

No comments:

Post a Comment